Kopling Motor Terlalu Keras, Ini Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasinya

Mengatasi tuas kopling motor keras dan berat

Penyebab kopling motor keras dan cara mengatasi masalah ini sebenarnya cukup mudah yang mana kejadian ini seringkali melanda pada jenis motor dengan transmisi dan kopling manual.

Masalah yang terkait dengan kopling yang terasa sangat keras saat ditekan memang cukup membuat tangan pegal apalagi jika kondisi jalanan macet sehingga pengendara harus sering oper gigi transmisi.

Sistem kopling sendiri merupakan rangkaian spare part yang memiliki fungsi memutuskan dan menyambungkan putaran mesin menuju gearbox supaya lebih halus.

4 Masalah penyebab tuas kopling sangat keras ketika di tarik

Cara kerja kopling yang memanfaatkan gaya gesek antara komponen plat kopling dan plat penekan dengan tenaga pegas yang kekerasannya disesuaikan dengan torsi mesin.

Ketika tuas kopling di tarik maka sebenarnya ialah menarik beberapa pegas supaya melepaskan cengkeraman plat penekan terhadap plat kopling sehingga tenaga mesin terputus dengan gearbox.

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan kopling terasa sangat berat dan cara mengatasinya.

#1 Kabel kopling terjepit, terlipat atau tertekuk

Kebanyakan kopling motor masih menggunakan sistem mekanis dalam penggeraknya yaitu dengan memanfaatkan kawat kabel untuk menghubungkan tuas kopling dengan kopling.

Meskipun beberapa motor sport telah menggunakan sistem hidraulik selayaknya rem cakram sehingga tuas akan terasa lebih lembut.

Sistem mekanis kawat kabel ini terdiri dari dua macam komponen yaitu kawat fleksibel yang berperan sebagai penghubung tuas kopling dengan selubung yang berfungsi sebagai tempat bergeraknya kawat fleksibel.

Apabila posisi kawat kabel ini lurus, maka akan meminimalisir gesekan antara seling dengan selubung tanpa terjadi pembelokan gaya. Dan meskipun kabel kopling ini melengkung, kawat seling akan tetap mudah digerakan sebab selubungnya ini keras.

Akan tetapi meskipun selubung cukup kuat meredam gesekan, jika lekukan terlalu ekstreem, atau selubung terjepit sampai membentuk patahan atau sudut, maka tuas kopling akan langsung berat.

#2 Selubung kabel kopling robek dan timbul karat

Selubung kabel kopling terbuat dari logam baja yang dibungkus dengan karet.

Jika terdapat luka atau pembungkusnya robek maka kontaminasi air dan udara bisa memicu timbulnya karat pada selubung seling kawat kabel kopling.

Sehingga karat ini akan merapatkan jarak antara kawat dengan selubungnya yang mengakibatkan gaya gesek sling menjadi lebih berat dan tuas sudah pasti menjadi sangat berat.

Selain itu air yang memicu karat juga bisa masuk melalui lubang ujung kabel kopling pada saat pencucian ataupun terkena air hujan.

#4 Engsel tuas kopling berkarat

Resiko timbulnya karat tidak hanya mengancam pada kabel sling kopling saja melainkan juga kerap terjadi pada engsel tuas kopling.

Khususnya untuk motor yang kerapkali diparkir dalam waktu yang lama cenderung rentan terserang karat pada bagian engsel ini.

Biasanya saat pertama kali tuas ditarik akan terasa seret akibat endapan karat yang belum rontok.

Pemberian pelumas pada bagian engsel ini diperbolehkan dengan syarat jangan sampai cairan oli masuk kedalam selubung kawat kabel kopling yang justru dapat memicu debu dan kotoran mudah menempel.

#4 Modifikasi per (pegas) kopling racing atau kompetisi

Pada mesin motor yang sudah mengalami modifikasi atau upgrade spesifikasi, biasanya akan menghasilkan tenaga yang sangat besar sehingga juga membutuhkan daya cengkeram kopling yang lebih kuat dari standart.

Untuk mesin spesifikasi racing sangat membutuhkan pegas kopling yang lebih keras dan tentunya ini juga langsung berdampak pada tarikan tuas kopling menjadi lebih berat.

Baca juga ulasan terkait mengenai cara merawat cat motor supaya tidak cepat pudar serta artikel menarik lainnya tentang cara mengatasi rem cakram kurang pakem.

Cara mengatasi masalah tarikan kopling berat (keras)

Meringankan tarikan tuas kopling bisa di atasi setelah anda mengetahui secara pasti sumber penyebabnya seperti yang sudah dijelaskan di atas.

  • Periksa kondisi kabel kopling apabila terdapat lekukan yang tajam maka harus diluruskan mekipun kadang cukup sulit jika sudah terlanjur tertekuk. Biasanya kabel harus ganti dengan yang baru dan di tata pada posisi paling minim lekukan.
  • Pemberian pelumas pada sling kabel kopling sebaiknya menggunakan WD-40 dan tidak disarankan menggunakan oli yang lebih beresiko memicu kotoran menempel.
  • Pelumasan pada engsel boleh dilakukan terbatas pada bagian yang bergesekan saja bisa menggunakan pelumas oli paling encer.
  • Untuk masalah pegas kopling yang sudah terlanjur diganti dengan yang keras, jika memungkinkan maka harus dikembalikan menggunakan komponen standart atau menyetel spasi tuas untuk menemukan posisi paling ringan.

Komponen kopling sendiri juga memiliki masa kinerja optimal sesuai dengan penggunaannya.

Jika pengendara kerap melakukan akselerasi spontan dan slip kopling, tentu saja hal ini akan mempengaruhi masa optimal part kopling utamanya adalah kampas kopling yang lebh cepat aus.

Artikel Lainnya

Gambar Modifikasi Honda Beat Extrem, Drag dan Road Race Koleksi gambar modifikasi untuk Honda Beat dengan beragam konsep diantaranya aliran extrim, gaya drag dan road race adalah yang paling banyak diminati...
Mengatasi Masalah Ban Belakang Motor Goyang Saat Mengerem dan Di Tikungan Pernah mengalami ban motor anda terasa goyang khususnya roda bagian belakang saat mengerem dan di tikungan, dan apa yang menjadi penyebab serta bagaim...
Oli Mesin Terbaik Untuk Motor Matic Injeksi Honda dan Yamaha Menggunakan oli yang terbaik untuk mesin motor matic seperti Honda Vario, Scoopy, Beat dan Yamaha Mio, Nmax, Fino ataupun type injeksi lainnya memang ...
Ada 8 Penyebab Masalah Motor Injeksi Boros Bahan Bakar dan Solusi Mengatasinya Motor dengan mesin injeksi seharusnya tidak boros bensin karena dengan teknologi eFi sudah cukup canggih dalam menakar suplai bahan bakar menjadi lebi...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *